Barang Bekas Jadi Modal Sukses: Yohanes Ekajaya Chandra

Indonesia adalah negara dengan tingkat konsumerisme yang sangat besar. Sehingga hampir setiap bulan selalu ada saja barang-barang yang tidak terpakai dan akhirnya menjadi barang bekas. Barang-barang bekas yang tidak terpakai tersebut biasanya hanya tergelatak percuma di gudang rumah. Kondisi klise seperti itulah yang membuat Yohanes Ekajaya Chandra memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai untuk dibuat sesuatu yang bisa difungsikan lagi.

 

Yohanes Ekajaya Chandra menyebut ide dan gagasannya tersebut sebagai upcycle. Upcycle adalah suatu istilah dari bahasa asing, tepatnya bahasa Inggris, yang mempunyai arti menggunakan barang bekas untuk difungsikan lagi, entah dalam wujud yang sama atau dengan wujud yang sama sekali baru.

 

Menurut Yohanes Ekajaya Chandra sebenarnya kegiatan upcycle atau mengolah bahan-bahan bekas yang tidak terpakai sudah dilakukan oleh rakyat Indonesia pada zaman dahulu. Misalnya saja ayunan yang terbuat dari bahan ban. Ayunan ban adalah salah satu ide yang luar biasa menurut Ekajaya, bahkan meja dan kursi yang terbuat dari bahan pun juga mempunyai nilai dan fungsi yang lebih jelas.

 

Yohanes Ekajaya Chandra mengatakan bahwa barang-barang bekas justru akan mempunyai nilai artistik yang lebih tinggi ketika si pembuat atau produsen bisa mengemasnya dalam konsep yang pop art atau kontemporer alias kekinian.

 

Barang-barang bekas tidak sulit ditemukan. Dengan meminta kepada keluarga dekat, teman, atau pun tetangga, biasanya mereka akan dengan suka rela memberikan barang-barang bekasnya yang tak terpakai. Lalu Yohanes Ekajaya Chandra menjelaskan bahwa untuk membuat atau mengkreasikan barang-barang bekas bisa mencari inspirasi dengan bertemu teman-teman atau komunitas yang fokus pada upcycle, atau belajar dari youtube.

 

Keuntungan yang diperoleh dengan mengikuti komunitas upcycle adalah setidaknya masalah pangsa pasar untuk penjualan produk sudah melangkah setahap. Menurut Yohanes Ekajaya Chandra, kawan-kawan komunitas justru akan lebih solid dan pasti akan mengharai setiap karya atau produk yang dihasilkan. Bahkan mereka pun bersedia membeli dan mempromosikan kepada teman-temannya.

 

Selain bergabung dengan komunitas upcyle, menurut Yohanes Ekajaya Chandra juga akan menguntungkan jika seorang produsen barang upcycle bergabungan dengan komunitas-komunitas atau forum di dunia maya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s