Catatan FIlm Yohanes Chandra Eka Jaya

Film sebenarnya adalah julukan dari suatu benda yang bernama seluloid. Hanya saja, seluloid yang diberi julukan film ini lebih sering digunakan pada dunia fotografi dan sinema. Makna dari film kemudian melebar menjadi sebuah gambar bergerak yang ditampilkan pada medium tertentu, entah kain putih atau pun layar putih besar. Yohanes Chandra Eka Jaya mengatakan bahwa salah kaprah seperti ini sudah sering terjadi, dan tidak hanya di dunia sinema saja.

 

Yohanes Chandra Eka Jaya adalah salah satu dari milyaran umat manusai di dunia ini yang pantas disebut sebagai maniak film. Segala macam jenis dan genre film telah dilahapnya. Maka tak heran bila nama Eka Jaya, entah dalam wujud Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) terpampang sebagai di semua rental vcd/dvd bajakan di seluruh kota ini. Maklum, ada beberapa koleksi film yang ia hilangkan vcd/dvd-nya.

 

Ketertarikan Yohanes Chandra Eka Jaya pada film muncul saat usianya menginjak masa SMP. Saat itu ia menonton film Catatan Akhir Sekolah. Film Catatan Akhir Sekolah memberikan daya tarik tersendiri untuk Eka Jaya. Sebab, di film tersebut menampilkan semangat anak muda untuk mengekspresikan ide-ide serta gagasan dan pendapatnya ke khalayak dengan menggunakan media film.

 

Pada film Catatan Akhir Sekolah, diperlihatkan bahwa proses pembuatan film tidaklah sesederhana saat film tersebut ditampilkan. Dari film tersebut Yohanes Chandra Eka Jaya mendapatkan ilmu atau pengetahuan bahwa sebelum membuat film maka script atau skenario harus sudah jadi terlebih dahulu. Karena meskipun film itu sangat visual, tetapi pondasi atau dasarannya adalah tulisan.

 

Kemudian tahap berikutnya adalah eksekusi dari script atau skenario. Yohanes Chandra Eka Jaya menuturkan bahwa tahap inilah yang disebut dengan proses sinematografi. Proses dalam tahap ini sangatlah teknis. Peran seorang sutradara dan kameramen sangat menentukan keberhasilan proses ini.

 

Yohanes Chandra Eka Jaya mengatakan bahwa setelah proses sinematografi, maka akan berlanjut ke proses editing. Di sini peran seorang sutradara juga sangat dominan. Sebab bagaimana angle atau sudut, jarak, dan cara pandang dari film tersebut akan ditampilkan berada di proses editing.

 

Setelah melalui semua tahap proses produksi, maka film siap di-launching, dan siap diperlihatkan kepada khalayak. Yohanes Chandra Eka Jaya mengatakan bahwa launching adalah salah satu metode pemasaran yang baik dari proses sebuah film.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s