Yohanes Chandra Ekajaya Belajar Wangsalan

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Pertama kali dan sebelumnya, sangatlah tidak sopan bila saya tidak memperkenalkan diri saya sendiri. Oleh sebab itu, marilah kita berkenalan. Saya adalah Yohanes Chandra Ekajaya seorang pecinta kebudayaan Jawa yang masih newbie alias baru saja berkecimpung dalam jagat kebudayaan, khususnya kesusastraan Jawa, yaitu wangsalan.

Berdasarkan penjelasan dan keterangan dari para orang tua dan sesepuh, serta dari banyak buku sastra Bahasa Jawa, saya Yohanes Chandra Ekajaya mengambil rangkuman bahwa wangsalan adalah salah satu jenis tipe atau model sastra dalam Bahasa Jawa yang digunakan untuk edukasi cum hiburan. Sebab inti dari wangsalan adalah tebak-tebakan.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Saat mencari pengertian dan penjelasan mengenai wangsalan dari para sesepuh, saya Yohanes Chandra Ekajaya juga diberikan keterangan tambahan bahwa wangsalan itu mempunyai beberapa jenis. Para sesepuh kesusastraan Jawa itu mengatakan bahwa jenis, ragam, atau pun macam dari wangsalan itu secara garis besar bisa dibagi ke dalam empat kategori, yaitu wangsalan lamba, wangsalan rangkep, wangsalan padintenan, dan wangsalan yang berwujud tembang.

Saya, Yohanes Chandra Ekajaya pun sempat kaget, kagum, dan takjub karena ternyata wangsalan memiliki banyak jenis dan ragam. Sesepuh-sepepuh itu mengatakan bahwa wangsalan lamba adalah jenis wangsalan yang berisi batangan atau jawaban satu, alias mutlak. Kemudian wangsalan rangkep atau juga sering disebut sebagai wangsalan camboran adalah jenis wangsalan yang mempunyai jawaban atau batangan lebih dari satu. Makanya disebut dengan rangkep atau double.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Kemudian ada juga yang dinamakan wangsalan padintenan. Sepenangkapan saya, Yohanes Chandra Ekajaya, maksud dari wangsalan padintenan adalah wangsalan yang menjelaskan atau menjabarkan batangan atau jawaban. Sebab menurut mereka, orang-orang sudah dianggap mengerti jawabannya. Lalu ada wujud wangsalan tembang atau biasa disebut dengan wangsalan sinawung ing tembang. Wangsalan jenis ini biasanya memberikan pertanyaan tebak-tebakan dan jawabannya sekaligus di dalam sebuah tembang, khususnya tembang macapat.

Saya, Yohanes Chandra Ekajaya diberikan satu contoh mengenai wangsalan padintenan. Menurut para sesepuh, contoh yang diberikannya sudah sangat umum, tetapi generasi sekarang banyak yang tidak paham. Contoh tersebut adalah njanur gunung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s