Burung Surga Yang Menguntungkan

Chandra Ekajaya yang merupakan seorang yang sangat sederhana ini tidak ada yang mengira bahwa ia adalah orang yang mempunyai beberapa unit rumah dan sebuah komplek perumahan mewah di Malang ini. Sosoknya yang terlihat sangat sederhana dan tanpa terlihat sedikitpun tampang kaya di wjahnya ini ternya ialah pemilik Golden Resident yang terletak di Batu, Malang, Jawa Timur. Perumahan yang mewah tersebut memang mempunyai lingkungan yang enak nyaman dan sangat memanjakan para penghuni komplek tersebut. Kesuksesan yang didapatkan oleh pria berpostur tubuh kecil itu memang tidak semata-mata didapatkanya dengan membalikkan telapak tangan saja.

Chandra Ekajaya yang dulunya merupakan seorang pegawai di sebuah pabrik garment di Malang ini memanglah orang yang sangat suka bekerja keras dan pantang menyerah. Hal itu terbukti ketika ia masih awal lulus kuliah. Pada saat itu pengusaha satu ini masih bingung untuk mencari sebuah kerjaan sedangkan teman-temannya sudah mendapat posisi pekerjaan yang sangat mereka inginkan. Tanpa rasa menyerah sedikitpun ia tetap berjuang mencari sebuah pekerjaan yang layak dan sesuai dengan apa yang ia inginkan. Karena desakan oleh calon istrinya kala itu, akhirnya tanpa pikir panjang ia menerima sebuah tawaran kerjaan di sebuah pabrik garment milik temannya. Selang dua tahun ia akhirnya menikah dengan istrinya sekarang ini. Setelah menikah tentunya seorang istri mendambakan sebuah rumah yang bisa mereka tempati berdua dengan anak-anak mereka besok.

Karena semangat motivasi untuk membeli sebuah rumah ini lah Chandra Ekajaya bekerja sangat keras tanpa kenal lelah di pabrik tersebut. Berjalan selama 4 tahun dan total 2 tahun sebelum menikah dengan istrinya, akhirnya rumah baru pun dapat terbeli dengan hasil gaji yang ia peroleh selama enam tahun. Rasa bahagia tentunya menyelimuti mereka berdua ketika mempunyai sebuah tempat tinggal baru. Selang waktu berjalan selama enam bulan pengusaha satu ini merasa sangat jenuh dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya yang ada di pabrik garment itu. Pada wal mula ia memutuskan untuk berhenti, tentu istrinya merasa berat karena takut untuk menghadapi masa depan mereka besok.

Rasa khawatir yang dirasakan oleh istrinya itu ternyata dapat diredam dan diyakinkan oleh pengusaha yang satu ini. Ketika itu ia yang merupakan penghobi unggas mencoba untuk memelihara beberapa ekor ayam hias yang merupakan hobinya sejak dulu dengan modal terakhir dari gajinya saat keluar dari pabrik. Dengan gajinya tersebut ia akhirnya membeli beberapa ekora ayam kate dan ayam pelung sebagai modal awal untuk berbisnis. Pengusaha satu ini mulai menjalankan bisnisnya itu selama beberapa bulan dengan tlaten dan sabar. Akan tetapi karena nilai jualnya yang kurang sesuai dengan modal pengeluarannya akhirnya ia sempat berfikir bagaimana metode penjualan yang tepat dan perawatan yang dapat menghemat biaya.

Dengan pola pemikiran ini akhirnya ia mengikuti sebuah grup komunitas yang berisi para pecinta ayam dari berbagai jenis ayam hias yang dipasarkan di negara ini. keberuntungan mungkin memang ada di tangannya. Setelah beberapa bulan bergabung dengan komunitas tersebut, ia ternyata malah diangkat menjadi ketua komunitas itu, tentunya dengan kesempatan yang tak mau ia sia-siakan itu ia mencari banyak jaringan di dalamnya. Dan akhirnya dipertemukan oleh seorang teman yang merupakan anggota komunitas itu dan juga merupakan seorang importir yang sudah banyak membantu para anggota komunitas untuk meng impor ayam hias dari luar negeri. Ketika itu ia memesan satu set ayam golden pheasant atau ayng biasa disebut sebagai ayam surga. Ayam yang berwarna emas kekuningan dengan beberapa warna merah di tubuhnya ini memanglah sangat eksotis dan menarik.

Ayam yang berasal dari tibet China ini ternyata sangat menyukai suhu dingin dan tenang. Memang jenis ayam ini mempunyai masa reproduksi atau masa telur hanya setahun sekali. Dan telur yang dihasilkan tidak begitu banyak hanya sekitar 20 butir saja. Akan tetapi harga jualnya lah yang sangat menggiurkan. Untuk sepasang ayam golden pheasant dewasa saja bisa sampai 8 hingga 10 juta, sedangkan untuk ukuran siapan jual bisa mencapai 6,5 juta. Tentunya bukanlah jumlah yang sedikit untuk sebuah ayam yang memang indah ini. berjalan selama setahun setelah ayam golden pheasant nya ini bertelur akhirnya ia mulai menjual beberapa pasang anak dan membesarkan yang lainnya untuk produksi tahun depan. Benar saja pada 2 tahun stelah ia membeli aya tersebut, ternyata ayam itu bertelur kembali.

Karena saat itu jumlahnya sudah mencapai 20 pasang, sedangkan harga ayam yang satu itu tidaklah pernah turun. Tanpa disangka ayam golden pheasant nya ini bertelur semua dan produksi selama 3 bulan dengan total anakan mencapai 200 ekor. Dengan banyaknya anakan tersebut akhirnya ia menjual semuanya kepada para penggemar ayam hias. Karena belum banyaknya pemilik ayam ini maka tanpa disangka dengan harga sejumlah itu anakan ayamnya bisa laku semua dengan penghasilan bersih sekitar 200an juta rupiah. Dari keuntungannya itu ia akhirnya selalu menabungnya untuk membeli sebuah rumah lagi sebagai investasi benda mati yang sangat menguntungkan dan sebagian besar ia belikan indukan ayam pheasant dengan jenis yang lain agar mempunyai banyak variasi jenis yang lain.

Untuk saat ini jumlah ayam nya ini sudah mencapai ratusan ekor, bahkan sudah tembus 500an ekor dengan berbagai macam jenis ayam pheasant yang warna warni yang unik dan sangat istimewa. Jumlah rumahnya sekarang sudah mencapai belasan dengan sebuah komplek perumahan mewah miliknya di Batu, Malang. Kesuksesannya yang bermula dari sebuah ayam pheasant ini membuatnya menjadi peternak besar ayam pheasant di kalangan para pecinta ayam hias di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Karena keuletannya ini ia mendirikan sebuah peternakan pheasant yang bernama CE Pheasantry. Singkatan CE itu merupakan singkatan dari namanya Chandra Ekajaya. Saat ini ia dan istrinya sudah mempunyai 2 orang anak yang duduk di bangku sekolah dasar yang sebentar lagi masuk ke jenjang sekolah menengah pertama untuk anak pertamanya.

Siapa sangka ia yang dulunya hanyalah seorang buruh di pabrik garment dan baru bisa membeli sebuah rumah dalam waktu 6 tahun ini, kini sudah dapat membeli rumah dengan mudahnya hanya dalam waktu sebulan, bahkan dengan usaha utamanya sebagai peternak kini ia mulai mengembangkan bisnisnya di bidang lain yaitu sebagai pengusaha property sebagai sampingannya dan sebagai cadangan apabila kelak ada sebuah musibah atau wabah penyakit yang menyerang ayam-ayamnya ini. Akan tetapi sebagai usahanya untuk mencegah dan menjaga kesehatan ayam-ayamnya ini. Pengunjung bahkan orang rumahnya sendiri pun harus mensterilkan bagian tangan dan kaki mereka di sebuah kolam yang disediakan di dekat kandang agar tidak membawa kuman dan virus yang bisa menyerang aset ayam surga nya ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s