Lima Pabrik Gula Bakal Ditutup

Pabrik Gula Bakal Ditutup

Lima dari delapan pabrik gula (PG) yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, bakal ditutup lantaran terus merugi dan tidak maksimal dalam produktivitas giling tebu. Kelima PG yang dimaksud yakni Gondang Baru (Klaten), Jatibarang (Brebes), Sragi (Pekalongan). Pangka (Slawi), dan Sumbeiharjo (Pemalang). Direktur Utama PTPN IX Budi Adi Prabowo mengatakan, penutupan sejumlah pabrik gula itu sudah termaktub dalam Roadmap Kementerian BUMN dan harus dijalankan 2017.

“Menuju swasembada gula, nanti ada pabrik-pabrik yang terpaksa harus ditutup dan ada yang dikembangkan. Mojo termasuk yang dikembangkan untuk menjadi pabrik gula modem, efisien dan world class,” ujarnya kepada wartawan usai selametan dimulainya pelaksanaan Revitalisasi pabrik gula Mojo, Kamis (9/3).

Meskipun bakal menutup pa-brik-pabrik gula di pantura tersebut, pihaknya bakal membangun sebuah pabrik gula baru di Comal, Pemalang dengan kapasitas hampir 10 ribu TCD (tone ccuie per day). ”ltu program lanjutannya. Kalau produksinya tidak mencapai 4.000, tidak bisa bersaing. Merugi terus nanti,” paparnya.Sejauh ini, dari kelima PG yang bakal ditutup tersebut masih beroperasi meski memberatkan dari segi ongkos produksi Yakni PG Gondang, Jatibarang, Sragi, dan Jatibarang. “Sumberharjo yang paling berat. Yang lain, Jatibarang, Sragi dan Panggah masih dioperasikan sampai pabrik baru dibuka,” tandasnya.

Pabrik Gula

Guna merealisasikan pabrik baru di Comal, Pemalang tersebut, pihaknya telah mendapatkan modal dasar dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 550 miliar. Meskipun dalam prak-tiknya penutupan sejumlah pabrik gula dan pendirian pabrik gula baru tersebut diperlukan dana Rp 1,56 triliun. Di PTPN IX, PG Mojo merupakan salah satu pabrik gula yang pertama kali dilakukan re vitalisasi. Padahal, dalam praktiknya proses tender dan lelang berbarengan dengan PG Rendeng di Kudus. Namun karena terjadi kegagalan lelang, akhirnya kembali diulang.

“Untuk Rendeng, peserta tender masih di atas harga HPS, jadi kita ulang. Dananya sama Rp 225 miliar. PG Mojo yang pertama direvitalisasi,” imbuhnya lagi. Sejak awal, PTPN IX bemiat melakukan revitalisasi kepada PG Mojo lantaran sumber bahan baku di Kabupaten Sragen berlimpah. Hal itu tidak sebanding dengan kemampuan Mojo dalam produktivitas. Bahkan dari pendataan yang pemah dilakukan, produksi tebu di Sragen mencapai 7,5 juta kuintal. ‘Tebu yang keluar dari Sragen masih banyak. Ini yang akan kami tampung (PG Mojo-Red). Bahan baku di sini sekitar 600 ribu ton,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari menyampaikan pasokan tebu di Sragen berlebih. Menurutnya, PG Mojo saat ini baru dapat menampung sepertiga hasil panenan petani tebu di Bumi Sukowati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s